Saturday, May 4, 2019

Materi Keanekaragaman Hayati (Rangkuman SBMPTN)

Materi Keanekaragaman Hayati (Rangkuman SBMPTN)

Materi Keanekaragaman Hayati (Rangkuman SBMPTN)
Saturday, May 4, 2019
Rangkuman Materi Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup yang memperlihatkan seluruh variasi spesies, gen, jenis, dan ekosistem di suatu tempat.
Materi Keanekaragaman Hayati

A. Tingkat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati didasarkan tingkat keragamannya dapat kita bagi menjadi 3 tingkat yakni keanekaragaman jenis/spesies, keanekaragaman gen, dan keanekaragamann eekosistem
1. Keanekaragamman Gen
Keanekaragamman gen merupakan keanekaragaman indiviidu dalam 1 jenis makhluk hidup. Keanekaragaman gen dapat mengakibatkaan variasi antara individu sejenls, misal keanekaragaman gen pada manusia. Keanekaragaman gen di manuusia dapat kita lihat dari perbedaan sifat antara lain: warna mata (biru, hitam, dan cokelat), warna kulit (hiitam, puutih, sawo mattang, dan kuning), dan bentuuk raambut (lurus, ikaal, dan keritin
Baca Juga : Materi Virus dan Bakteri (Rangkuman SBMPTN)
2. Keanekaragaman Jenis (Spesies)
Keanekaragaman jenis menunjukkan adanya vaariasi yg terrdapat pada makluk hidup antar jenis dalam 1 marga (genus). Keanekaragaman jenis akan lebih muudah diamati darripada keanekarragaman gen. Hal ini dikarenakan perbedaan antarjenis makluk hidup dalam 1 marga lebih terlihat mencolok caripada perrbedaan antar individu dalam satu jenis. Sebagai contoh, keanekaragaman pada tumbuhan kentang (Solanum tuberosum), tomat (Solanum lycopersicum), dan terung (Solanum melongena). Ketigganya terrmasuk dalam marrga (genus) yang sama yaitu Solanum. Namun, ketigganya memppunyai ciri-ciri fisik yang berbeda.

3. Keanekaragaman Ekosistem
Ekosistem merupakan ssuatu sisttem ekologi yg terbbentuk oleh adanya hubungan timbbal balik antaramakhluk hidup dengan lingkunganya. Hubungan timbal balik ini akhirnya mennimbulkan keserasiyan hidup di dlm ckosistem. Keanekaragamman tingkat ekosistem terjjadi salah satunya akhibat adannya perbedaaan lettak geografis. Perbeedaan leetak geografis ini menga-kibatkan terjadi-nya perbeedaan iklim. Pada-iklim yang berbeda akan memiliki perbedaan temperatur, curah-hujan, intensitas-cahaya-matahari, dan lama-penyinaran. Keaadaan ini akan ber-pengaruh terhadap jenis jenis tumbuhaan (flora) dan hewan-(fauna) yang hidup di suatu wilayah tertentu

B. Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati sangat tinggi sehingga disebut negara megabiodiversitas
Keanekaragaman Hayati di Indonesia
1. Keanekaragaman Flora di Indonesia
Flora di-Indonesia termasuuk dlm kawasan flora Malesiaana, yaitu suatu daerah luas yang meliputi Indonesiaa-Malaysia-Filipina-Papua Nugini, dan juga Kepulauan Solomon. Hutan-hujan trropis di Kalimantan adalah daerah yang memiliki keanekaragaman-tumbuhan paling tinggi. Sumatra-dan-Papua juga sanngat kaya jenis tumbuhan. Ada pun hutan di Maluku, Sulawesi, Jawa, dan Kepulauan Sunda memiliki keanekaragaman tumbuhan yg lebihh rendahh. Beberapa jenis flora khas Indonesia antara lain: durian (Durio zibethinus), sukun (Artocarpus communis), bunga Raflesia (Rafflesia arnoldii), dan Meranti (Shorea sp.)
Baca Juga : Materi Protista dan Fungi (Jamur) (Rangkuman SBMPTN)
2. Keanekaragarnan Fauna di Indonesia
Indonesia memiliki keanekaragamman fauna yg sangat tinggi. Indonesia memiliki 12 % jenis hewan mamalia dunia, 16 % jenis reptil dan amfibi dunia, serta 12 % spesies burung didunia. Meskipun begitu, persebarran fauna diIndonesia tidak merata. Pada mulanya Indonesia terrbagi jadi dua zoo-geografi yg dibatasi aleh gariss Wallace. Menurut pengamatanya, pad tahun 1859 Wallace menettapkan dua wilayahutama perse-baran fauna dgn menggambar garis-batas di sebelahtimur Bali dan Kalimantan, memisahkan fauna di Indonesia baggian barat, timur. Jadi, garris Wallace memisakan daerah Oriental (Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Bali,) denggan daerahh Australian yang meliputii Papua dan pulau pulau di sekitarnya. Contoh fauna Oriental yaitu Elephas maximus (gajah), Bos sondaicus (banteng), dan harimau (Panthera tigris). Adapun contoh fauna Australian yaitu kanguru pohon (Dendrolagus ursinus), kuskus (Spilocuscus maculatus), dan burung cenderawasih (Paradisaea minor)

Seteelah Wallace meembagi gaaris persebaran fllora dan fauna di Indonesia, seorang ahli zoologi ber-nama Weber juga meelakukan penelitan teentang penyyebaran hewan hewan di Indonesia. Menuruut Weber, hewan hewan diSulawesi tidak daapat sepenuuhnya di kelompokkan sebagaii fauna Australian. Hewan hewan tersebut aada yaang mempunyai sifat sepertii fauna Oriental. Weber meembuat seebuah garis hayal disebelah timur Sulawesi yang memanjaang ke-utara sampai Kepulaua Aru, Nusa Tenggara. Bebeerapa contooh hewan yang masuk dalam kelompck fauna peralhan yaitu anoa (Bubalus depressicornis) burung-maleo (Macrocephalon maleo), dan singapuar (Tarsius spectrum)

3. Pengaruh Kegiatan Manusia terhadap Keanekaragaman Hayati
Kegiatan manusia sangat berpengaruh terhadap keanekaragaman hayati. Beberapa kegiatan manusia yang dapat mengakibatkan penurunan keanekaragaman hayati sebagai berikut.
a. Perusakan habitat, misal penebangan/penggundulan hutan dan perusakan terumbu karang
b. Penggunaan bahan kimia secara berlebihan, misal pupuk kimiawi dan pestisida kimiawi
c. Pencemaran lingkungan dari limbah pabrik dan rumah tangga yang tidak ramah lingkungan.
Baca Juga : Materi Ruang Lingkup Biologi (Rangkuman SBMPTN)
Beberapa kegiatan manusia yang dapat meningkatkan keanekaragaman hayati sebaga berikut
a. Penghijauan atau penanaman kembali (reboisasi)
b. Pemuliaan bibit unggul, misal dengan melakukan kawin silang atau pembastaran sehingga dihasilkan varietas baru

4. Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia
Usaha pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia dapat dilakukan dengan berikut. cara
a. Pengembangbiakan secara in situ (pengembangbiakan dalam habitat aslinya), misal Taman Nasional Ujungkulon (untuk mengembangbiakkan badak bercula satu) dan Taman Nasional Bali Barat (untuk mengembangbiakkan jalak Bali)
b. Pengembangbiakan secara ex situ (pengembangbiakan di luar habitat aslinya, tetapi lingkungan dibuat mirip dengan aslinya), misal penangkaran harimau dan beruang madu di kebun binatang.

Usaha pemerintah Indonesia dalam pelestarian keanekaragaman hayati antara lain dengan mendirikan kawasan konservasi. Beberapa contch kawasan konservasi di Indonesia yaitu Taman Nasional Gunung Leuser yang terletak di Provinsi Sumatra Utara dan Provinsi Aceh, Cagar Alam Gunung Muntis di Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Suaka Margasatwa Cikepuh di Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

C. Klasifikasi Keanekaragaman Hayat

Klasifikasi yang dilakukan oleh para ilmuwan bertujuan untuk mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan setiap jenis agar mudah dikenali, mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya ke dalam kelompok tertentu, mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup di dunia, dan mengetahui evolusi suatu makhluk hidup atas dasar kekerabatannya. Sistem klasifikasi makhluk hidup sifatnya dinamis, artinya terus berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Sampai saat ini dikenal tiga sistem klasifikasi makhluk hidup, yaitu sistem artifisial (buatan), sistem alami, dan sistem filogenetik.
1. Klasifikasi Sistem Artifisial atau Buatan
Sistem ini disusun menggunakan ciri-ciri atau sifat-sifat yang sesuai dengan kehendak manusia atau sifat lainnya. Misal klasifikasi tumbuhan berdasarkan tempat hidup (habitat) atau habitusnya (berupa pohon, perdu, semak, terna, dan liana).
Baca Juga : Materi Kingdom Plantae (Rangkuman SBMPTN)
2. Klasifikasi Sistem Alami
Sistem ini menghendaki terbentuknya kelompok-kelompok takson yang alami. Artinya anggota-anggota yang membentuk unit takson tertentu terjadi secara alamiah atau sewajarnya seperti yang dikehendaki oleh alam. Klasifikasi sistem alami menggunakan dasar persamaan dan perbedan morfologi (bentuk luar tubuh) secara alami. Contoh klasifikasi sistem alami sebagai berikut
a) Berdasarkan cara geraknya: hewan berkaki, hewan bersayap, dan hewan bersirip.
b) Berdasarkan penutup tubuhnya: hewan bersisik, hewan berbulu, hewan berambut dan hewan bercangkang
Sementara itu, pada tumbuhan ada kelompok tumbuhan biji berkeping satu (monokotil) dan biji berkeping dua (dikotil)

3. Klasifikasi Sistem Filogenetik
Sistem ini muncul setelah teoori evolusi yang di kemukakan oleh paara ahli Biologi. Klasifikasi sistem filogenetik disusun ber-dasarkan jauh dekat-nya hubungan ke-kerabatan antara takson yang satu dgn yang lain-nya. Selain mencerminkan persamaan dan perbedaan sifat morfologi, anatomi, serta fisiologinya, sistem ini juga menjelaskan bahwa semua makhluk hidup mempunyai kesamaan biokimia dan molekul, tetapi berbeda beda dalam fungsi, susunan, dan bentuknya pada seetiap makhluk-hidup. Jadi padadasarnya, klasifikasi sistem-filogenetik di-susun berdasarkan persamaaan fenotipe yang mengaacu pada sifat sifat bentuk faal, luar, tingkah-laku yang dapat diamati, dan pewarisan-keturunan. Pewarisan-keturunan ini mengacu pada hubungan evolusionerr sejak nenek-moyang hingga keturunan-keturunannya

Materi Keanekaragaman Hayati (Rangkuman SBMPTN)
4/ 5
Oleh


EmoticonEmoticon