Thursday, May 9, 2019

Materi Ekosistem dan Lingkungan (Rangkuman SBMPTN)

Materi Ekosistem dan Lingkungan (Rangkuman SBMPTN)

Materi Ekosistem dan Lingkungan (Rangkuman SBMPTN)
Thursday, May 9, 2019
Rangkuman Materi Ekosistem dan Lingkungan
Ekosistem adalah satu sistem ekologi yang ter-bentuk oleh interaksi timbal balik antar
makhluk hidup dengan lingkungan-nya. Ekosistem dapat juga di katakan suatu tatanan ke-satuan
secara utuh dan menyeluruh antar seluruh unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi
satu sama lain.

A. Penyusun Ekosistem

Suatu ekosistem tersusun dari komponen-komponen ekosistem dan satuan-satuan makhluk
hidup. Komponen ekosistem terdiri atas komponen abiotik dan komponen biotik.
1. Komponen abiotik
Komponen abiotik merupakan se-kelompok benda tidak hidup baik secara fisik ataupun
kimia yang menjadi mediium atau substrat atau tempat hidup makhluk hidup dalam suatu
ekosistem. Komponen abiotik dapat berupa senyawa organik, senyawa anorganik, dan
faktor-faktor yang memengaruhi distribusi organisme

2. Komponen Biotik
Komponen biotik terdiri atas semua jenis makhluk hidup. Setiap organisme memiliki peranan masing-masing yang erat kaitannya dalam pemenuhan kebutuhan makanan. Menurut peran dan fungsinya, komponen biotik dibedakan menjadi produsen, konsumen, dan pengurai.

Antara komponen biotik tersebut terjadi proses makan dan dimakan yang disebut rantai makanan. Beberapa rantai makanan akan membentuk jaring jaring makanan. Dalam hunungan makan dan dimakan terjadi aliran energi dari lingkungan abiotik (matahari) > produsen konsumen kembali ke alam

B. Pola-Pola Interaksi dalam Ekosistem

Di dalam ekosistem setiap komponen biotik memiliki peran masing-masing dan saling ber- interaksi satu sama lain. Jenis-jenis interaksi yang terjadi antarkomponen biotik sebagai ber- ikut.
1. Hubungan Simbiosis
Simbiosis yang terjadi antarorganisme dibagi menjadi tiga yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme
a. Simbiosis Mutualisme
Simbiosis mutualisme adalah hubungan antar 2 jenis organisme yang saling diuntungkan. Misalnya hubungan antar jamur dengan akar tumbuhan yang mebentuk mikoriza

b. Simbiosis Komensalisme
Simbiosis komensalisme adalah hubungan antar 2 jehis organisme yang mengun-tungkan salah satu pihak, tetapi pihak yang lain tidak diuntungkan dan tidak di rugikan. Contohnya interaksi antar ikan  remora dengan ikan hiu.

c. Simbiosis Parasitisme
Simbiosis parasitisme adalah hubungan antar 2 jenis organisme yang salah satu pihak dirugikan, sedangkan pihak lain di untungkan. Misalnya hubungan antara tanaman benalu dengan tanaman inangnya

2. Hubungan Kompetisi
Kompetisi adalah jenis hubungan antarorganisme yang salingBersaing karena memiliki kebutuhan yang sama, misal kompetisi beberapa diantaranya jenis burung dihutan yang memakan serangga yang serupa. Hubungan kompetisi terjadi jika dalam suatu ekosistenm terjadi ketidakseimbangan, misalnya kekurangan air, makanan, dan ruang/tempat tinggal. Hubungan kompetisi dapat terjadi baik antara individu-individu dalam satu spesies (intraspesifik) maupun individu-individu yang berbeda spesies (interspesifik).

3. Hubungan Predasi
Hubungan predasi adalah hubungan antar organisme yang me-mangsa dengan organisme yang di mangsa. Misalnya hubungan antara singa dengan rusa.

C. Daur Biogeokimia
Dalam suatu ekosisterm terjadi aliran energi yang dikenal dengan daur biogeokimia. Daur biogeokimia adalah daur unsur atau senyawa kimia tertentu yang mengalir dari komponen abiotik ke komponen biotik lalu kembali lagi ke komponen abiotik. Daur biogeokimia meliputi daur nitrogen, daur karbon dan oksigen, daur air, daur fosfor, serta daur sulfur
1. Daur Nitrogen
a. Di atmosfer terdapat 80% nitrogen dalam bentuk nitrogen bebas (N2)
b. Beberapa bakteri dapat menyerap nitrogen dalam bentuk N2, contohnya Rhizobium yang hidup pada bintil akar tanaman Leguminosae
c. Nitrogen yang diikat oleh bakteri tersebut diubah menjadi amonia (NHs). Proses pembentukan amonia ini disebut amonifikasi
d. Amonia kemudian dirombak oleh bakteri nitrit (Nitrosococcus dan Nitrosomonas) menjadi ion nitrit (NO2-), kemudian ion nitrit dirombak oleh bakteri nitrat (Nitrobacter) menjadi ion nitrat (NO,-). Proses penyusunan senyawa nitrat dari amonia ini disebut nitrifikasi
e. Tumbuhan baru dapat menyerap nitrogen dalam bentuk ion nitrat. Selain itu, bakteri tanah juga memanfaatkan ionnitrat untuk mendapatkan oksigen dalam prosesDenitrifikasi. Proses denitrifikasi akan menghasilkan nitrogen. Nitrogen yang di hasilkan tersebut akan kembali keatmosfer. Daur nitrogen bisa dilihat pada gambar berikut.
Daur Nitrogen
2. Daur Karbon dan Oksigen
a. Karbon di udara terdapat dalam bentuk CO2 yang dapat larut dalam air
b. Karbon dioksida diserap oleh tumbuhan saat proses fotosintesis. Hasil fotosintesis berupa karbohidrat dan oksigen.
c. Kedua zat tersebut dimanfaatkan oleh tumbuhan (produsen) dan makhluk hidup lainnya (konsumen)
d. Oksigen dimanfaatkan makhluk hidup untuk bernapas. Pada saat bernapas, makhluk hidup mengeluarkan zat sisa berupa karbon dioksida
e. Karbon dioksida tersebut akan digunakan lagi oleh tumbuhan saat proses fotosintesis. Selain itu, karbon dioksida juga dihasilkan dari penguraian bahan-bahan organik dan pemakaian bahan bakar fosil oleh manusia. Daur karbon dan oksigen dapat dilihat pada gambar berikut.
Daur Karbon dan Oksigen
3. Daur Air
a.Di bumi, air dapat berupa air permukaan (sungai dan laut), air tanah, serta air dalam tubuh makhluk hidup.
b. Pada saat suhu tinggi, air di bumi dan air dalam tubuh makhluk hidup akan menguap dan membentuk awan
c. Setelah itu, terjadilah kondensasi uap air menjadi titik-titik air hujan akibat pengaruh suhu yang rendah (perbedaan suhu)
d. Air hujan yang turun masuk dan meresap ke dalam tanah, selanjutnya dimanfaatkan
oleh makhluk hidup, dan sebagian lagi mengalir menuju lautan. Pada saat suhu tinggi akan terjadi penguapan air lagi, dan begitu seterusnya. Daur air dapat dilihat pada gambar berikut
Daur Air
4. Daur Fosfor
a. Fosfor merupakan salah satu komponen penyusun materi genetik.
b. Senyawa fosfor yang ada di bumi kebanyakan tersimpan dalam bebatuan.
c. Bebatuan tersebut akan mengalami erosi dan membebaskan senyawa fosfat (PO4) yang diperlukan makhluk hidup
d. Senyawa fosfor akan dikembalikan ke tanah dan air oleh dekomposer (mikroorganisme pengurai). Daur fosfor dapat dilihat pada gambar berikut
Daur Nitrogen
5. Daur Sulfur
a. Di bumi, sulfur terdapat dalam bentuk hidrogen sulfida (H:S),
b. Sementara itu, tumbuhan dapat menyerap sulfur dalam bentuk sulfat (S04).
c. Perpindahan sulfat pada makhluk hidup terjadi melalui proses rantai makanan. Setelah makhluk hidup dilihat pada gambar berikut

D. Perubahan Keseimbangan Lingkungan

Keseimbangan lingkungan secara alami dapat berlangsung karena beberapa hal, yaitu komponen-komponen yang ada terlibat dalam aksi-reaksi dan berperan dalam pemindahan energi (arus energi), berperan sesuai kondisi keseimbangan, dan siklus biogeokimia dapat berlangsung. Keseiimbangan lingkungan bisa ter-ganggu apabila terjadi perubahan yang melebihi daya lentingnya, baik berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat mengakibatkan putusnya mata rantai dalam ekosistem. Perubahan lingkungan dapat terjadi karena faktor alam dan akibat campur tangan (kegiatan) manusia
1. Perubahan Lingkungan Akibat Faktor Alam
Beberapa contoh faktor alam yang dapat mengakibatkan perubahan lingkungan yaitu banjir bandang, tanah longsor, gunung meletus, tsunami, gempa bumi, kebakaran hutan, kekeringan, perubahan musim, dan angin puting beliung.

2. Perubahan Lingkungan Akibat Kegiatan Manusia
Beberapa contoh aktivitas manusia yang dapat sebagai berikut.
a. Pembukaan lahan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, sandang, papan, lahan, dan mengakibatkan perubahan lingkungan sarana transportasi.
b. Aktivitas pertanian yang diikuti dengan peningkatan penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang berlebihan
c. Eksploitasi sumber daya laut yang tidak ramah lingkungan

E. Pencemaran Lingkungan Beserta Dampaknya dalam Kehidupan
Berbagai aktivitas manusia dapat mengubah lingkungan dan menimbulkan berbagai pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan meliputi pencemaran air, udara, dan tanah.
1. Pencemaran Air
Sumber-sumber pencemaran air dapat berupa limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian. Limbah industri misalnya logam berat (merkuri, timbal, seng, timah, krom, arsenat, dl). Limbah rumah tangga misalnya sampah rumah tangga (plastik minyak, sisa-sisa makanan) dan detergen. Limbah pertanian misalnya zat kimia yang terkandung dalam pupuk pertanian. Limbah-limbah tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit dan kematian organisme yang ada di air serta eutrofikasi

2. Pencemaran Udara
Sumber-sumber pencemaran udara dapat berasal dari bahan bakar fosil (bensin dan solar), pembakaran sampah/sisa hasil pertanian, pembakaran gas alam dan minyak bumi, transportasi, pembakaran arang, asap pabrik, serta pembakaran sampah sehingga menghasilkan gas CO, CO2, NOx, SOx, serta CFC (Chloro Fluoro Carbon)/Freon. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara tersebut sebagai berikut.
a. Konsentrasi CO berlebih menyebabkan proses peredaran darah di dalam tubuh terganggu sehingga dapat mengakibatkan kematian
b. Konsentrasi CO2 berlebih di atmosfer bumi dapat mengakibatkan pemanasan global (efek rumah kaca).
c. Konsentrasi nitrogen oksida berlebih di udara dapat bersifat racun yang dapat menyebabkan sesak napas
d. Sulfur oksida dan nitrogen oksida yang dihasilkan oleh asap pabrik dapat menyebabkan hujan asanm
e. Konsentrasi gas CFC berlebih di udara menyebabkan rusaknya lapisan ozon. Lapisan ozon melindungi bumi dari masuknya sinar ultraviolet

3. Pencemaran Tanah
Sumber-sumber pencemaran air dapat berupa limbah rumah tangga dan limbah pertanian. Limbah rumah tangga misalnya sampah organik dan anorganik yang berlebih sehingga menyebabkan tanah menjadi labil. Selain itu, kehidupan mikroorganisme tanah juga akan terganegu. Limbah pertanian misalnya zat kimia yang terkandung dalam pes tisida dan insektisida yang menyebabkan kematian hewan-hewan nonsasaran yang hidup di tanah serta zat kimia yang terkandung dalam pupuk pertanian yang menyebabkan kematian mikroorganisme dalam tanah. Mikroorganisme tersebut dapat membantu menyuburkan tanah

F. Pengelolaan Lingkungan
Aktivitas pengolahan lingkungan harus diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan agar keseimbangan lingkurgan tetap terjaga. Beberapa upaya berikut dilakukan manusia dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan sebagai berikut
1. Pelestarian Air
Pelestarian air dapat dilakukan dengan mengolah limbah cair (rumah tangga dan industri)
sebelum dibuang ke badan air, tidak memanfaatkan sungai sebagai tempat sampah, dan
membangun sumur resapan di sekitar rumah

2. Pelestarian Udara
Pelestarian udara dapat dilakukan dengan menggalakkan tanaman hias ataupun penanaman pohon di sekitar kita, mengupayakan pembuangan gas sisaPembakaran atau pengurangan emisi, baik pembakaran mesin maupun pembakaran hutan, dan menghindari atau mengurangi pemakaian gas kimia yang bisa me-rusak lapisan ozon diatmoster

3. Pelestarian Tanah
Pelestarian tanah bisa di lakukan dengan mengadakan kegiatan penanaman pohon ataupun penghijauan kembali (reboisasi) ter-hadap tanah yang gundul dan membuat terasering atau sengkedan untuk daerah pegunungan atau perbukitan yang posisi tanah-nya miring
Materi Ekosistem dan Lingkungan (Rangkuman SBMPTN)
4/ 5
Oleh


EmoticonEmoticon