Monday, May 6, 2019

Materi Sistem Gerak (Rangkuman SBMPTN)

Materi Sistem Gerak (Rangkuman SBMPTN)

Materi Sistem Gerak (Rangkuman SBMPTN)
Monday, May 6, 2019
Rangkuman Materi Sistem Gerak

Sistem gerak terdiri atas kerja sama antara rangka, otot, dan sendi. Rangka berperan sebagai sistem gerak pasif, sedangkan otot berperan sebagai sistem gerak aktif

A. Rangka

Rangka tersusun dari kumpulan tulang. Beberapa fungsi rangka antara lain sebagai berikut.
- Sebagai alat gerak pasif
- Memberi bentuk tubuh.
- Menyokong tubuh
- Melindungi organ-organ dalam tubulh
- Tempat pembentukan sel-sel darah
- Sebagai tempat melekatnya otot.

Tulang penyusun rangka terdiri atas tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon).

1. Tulang Rawan (Kartilago)

Komponen penyusun tulang rawan terdiri atas sel-sel tulang rawan (kondrosit) dan matriks. Matriks terdiri dari zat kolagen yang memberikan sifat lentur pada tulang rawan.
Terdapat tiga jenis tulang rawan, yaitu tulang rawan hialin, fibrosa, dan elastis.
- Tulang rawan hialin bersifat kuat dan dapat ditemukan saluran pernapasan
- Tulang rawan fibrosa bersifat kurong lentur dan dapat ditemukan pada lutut dan ruas ruas tulang belakang.
- Tulang rawan elastis bersifat lentur dan dapat ditemukan pada daun telinga

2. Tulang Keras (Osteon)

Tulang rawan akan mengalami proses osifikasi(penulangan) membentuk tulang keras. Pada tulang rawan terdapat rongga yang mengandung osteoblas (sel tulang muda) akan membentuk osteosit (sel tulang keras). Selanjutnya osteosit akan mengeluarkan berbagai zat, yaitu protein, kapur, dan fosfor. Zat tersebut yang mengakibatkan tulang menjadi keras.

Pada tulang keras terdapat sistem Havers. Di dalam sistem Havers terdapat pembuluh darah dan saraf. Pembuluh darah berperan dalam memberi nutrisi bagi sel-sel tulang. Pada tulang juga terdapat sumsum tulang. Ada dua macam sumsum tulang, yaitu sumsum tulang merah dan kuning. Sumsum tulang merah bersifat aktif dalam mem produksi sel-sel darah. Sedangkan sumsum tulang kuning bersifat pasif yang akan berperan dalam pembentukan sel-sel darah pada kondisi tertentu saja, misalnya saat anemia.

Tulang keras dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu tulang pipa, tulang pendek, dan tulang pipih.
- Tulang pipa: tulang lengan, paha, dan betis.
- Tulang pendek: ruas-ruas tulang belakang, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki.
- Tulang pipih: tulang rusuk, dada, belikat, panggul, dan dahi

Rangka dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu tengkorak, badan, dan alat gerak

1. Tengkorak

Bagian muka: tulang hidung tulang pipi, tulang rahang atas tulang rahang bawah
Bagian kepala: tulang baji, tulang ubun-ubun, tulang pelipis, tulang tengkorak belakang, dahi, dan tapis.


2. Badan

- Gelang bahu: tulang belikat dan tulang selang-.
- Dada: tulang hulu, tulang badan, dan tulang taju pedang
- Tulang belakang: tulang leher, tulang punggung. tulang pinssang, kelangkang, dan tulang ekor
- Gelang panggul: tulang usus, tulang duduk, dan tulang kemaluan.
- Tulang rusuk: tulang sejati, tulang palsu, dan tulang melayang

3. Alat gerak

- Lengan: lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang pergelangan tangan, tulang telapak tangan, dan tulang ruas jari tangan
- Kaki: tulang paha, tulang tempurrung lutut, tulang-kering, tulang-betis, tulang pergellangan kaki, tulang tellapak kakii, dan tulang ruas ruas jari kaki


B. Otot

Otot merupakan alat gerak aktif. Sebagai alat gerak aktif, otot memiliki kemampuan khusus, yaitu kontraktibilitas, ekstensibilitas, dan elastisitas. Otot dibedakan menjadi tiga yaitu otot rangka (lurik), otot polos, dan otot jantung. Otot yang berfungsi sebagai alat gerak aktif adalah otot rangka.

Otot rangka menempel pada rangka atau tulang.

Cara kerja otot rangka ada dua macam yaitu sinergis dan antagonis. Cara kerja otot secara sinergis terjadi ketika beberapa otot saling bekerja sama untuk melakukan suatu gerakan. Cara kerja otot secara antagonis terjadi ketika beberapa otot melakukan mekanisme yang berlawanan. Pada saat otot yang satu berkontraksi, otot yang lainnya akan berelaksasi. Beberapa jenis gerakan karena otot sinergis dan antagonis sebagai berikut.

1. Gerakan otot sinergis

- Pronasi-Supinasi. Gerak pronasi adalah gerakan menelungkupkan. Gerak supinasi adalah gerakan menengadahkan. Gerakan ini diakibatkan oleh kerja sama otot-otot supinator
- Gerakan menarik dan membuang napas, Pada saat menghirup napas, tulang rusuk terangkat ke atas.

Demikian juga sebaliknya, tulang rusuk akan kembali ke posisi semula ketika membuang napas. Tulang rusuk yang terangkat dan kembali ke posisi semula merupakan gerakan yang ditimbulkan oleh kerja sama otot-otot antartulang rusuk

2. Gerakan otot antagonis

- Abduksi - Adduksi. Abduksi merupakan gerakan menjauhi badan. Adduksi merupakan gerakan mendekati badan
- Depresi - Elevasl. Depresi adalah gerakan menurunkan. Elevasi adalah gerakan menaikkan.
- Ekstensi - Fleksi. Ekstensi adalah gerakan meluruskan. Fleksi adalah gerakan menekuk.

C. Sendi

Antara tulang yang satu dengan tulang yang lainnya dihubungkan oleh persendian. Berdasarkan gerakan yang ditimbulkan, terdapat tiga macam persendian yaitu sinartrosis amfiartrosis, dan diartrosis.

1. Sinartrosis

sinartrosis merupakan persendian yang tidak memungkinkan terjadinya gerakan secara bebas. Ada dua macam sinartrosis yaitu hubungan antartulang yang tersusun dari tulang rawan (sinkondrosis) dan hubungan antartulang yang tersusun dari jaringan ikat (sinfibrosis)

2. Amfiartrosis

Amfiartrosis adalah persendian yang dihubungkan oleh tulang rawan sehingga hanya menimbulkan sedikit gerakan

3. Diartrosis

Diartrosis merupakan persendian yang dihubungkan oleh ligamen. Persendian ini memungkinkan gerakan yang lebih bebas. Diartrosis dapat dibedakan sebagai berikut.
- Sendi putar, yaitu persendian yang memungkinkan gerakan memutar. Contohnya hubungan antara tulang hasta dengan tulang pengumpil
- Sendi peluru, yaitu persendian yang memungkinkan gerakan ke segala arah. Contohnya, hubungan antara tulang gelang panggul dengan tulang paha.
- Sendi pelana, yaitu persendian yang menimbulkan gerakan ke dua arah. Contohnya, hubungan antara telapak tangan dengan ibu jari
- Sendi engsel, yaitu persendian yang menimbulkan gerakan ke satu arah. Contohnya hubungan antara tulang lengan atas dengan tulang hasta
- Sendi geser, yaitu persendian yang hanya menimbulkan gerakan bergeser, misalnya pada ruas-ruas tulang belakang
- Sendi luncur, persendian yang membuat badan dapat melengkung atau memutan

D. Penyakit pada Sistem Gerak

Penyakit yang terjadi pada sistem gerak manusia dapat ditimbulkan oleh kurangnya asupan zat gizi, kecelakaan, kerusakan pada alat gerak, maupun kebiasaan sikap tubuh. Penyakit yang dapat menyerang sistem gerak manusia sebagai berikut.
1. Kifosis, yaitu tulang belakang terlalu melengkung ke belakang
2. Lordosis, yaitu tulang belakang terlalu melengkung ke depan
3. Skoliosis, yaitu tulang belakang melengkung ke kanan atau ke kiri.
4. Atrofi, yaitu mengecilnya ukuran otot karena tidak pernah digunakan.
5. Hipertrofi, yaitu membesarnya ukuran otot karena sering digunakan secara rutin.
6. Fisura, yaitu keretakan pada tulang akibat benturan keras.
7. Fraktura, yaitu patah tulang akibat benturan keras
Materi Sistem Gerak (Rangkuman SBMPTN)
4/ 5
Oleh


EmoticonEmoticon