Showing posts with label Hadits. Show all posts
Showing posts with label Hadits. Show all posts

Tuesday, April 27, 2021

7 Keutamaan Bulan Ramadhan Yang Harus Kita Ketahui

7 Keutamaan Bulan Ramadhan Yang Harus Kita Ketahui

Assalamualaikum...
Keutamaan Bulan Ramadhan - Saudaraku sekalian saat ini kita sudah memasuki bulan yang suci bulan yang terbaik diantara bulan bulan yang lain, setelah melewati bulan sya'ban kini kita memasuki bulan ramadhan. Tentunya kita semua tahu apa kewajiban kita sebagai umat muslim di bulan yang suci ini yaitu menjalankan ibadah puasa ramadhan sebulan penuh. Sesuai dengan perintah Allah dalam surat Al-baqarah ayat 183 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, 
7 Keutamaan Bulan Ramadhan


Ramadhan adalah bulan yang sangat utama, bulan penghulu segala bulan, Hadis nabi “Bulan yang paling utama adalah bulan Ramadhan, dan hari yang utama adalah hari Jumat. Selanjutnya nabi bersabda” Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan itu Allah swt memberikan naungan-Nya kepada kalian. Dia turunkan rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan (dosa-dosa), dan dia kabulkan do`a, pada bulan itu Allah swt akan melihat kalian berpacu melakukan kebaikan. Para malaikat berbangga dengan kalian, dan perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat Rahmat Allah swt”. (Riwayat Ath-Thabrani)

7 Keutamaan bulan Ramadhan 

Di bulan ramadhan berbeda dengan bulan bulan lain, jika lain dari bulan ramadhan ibadah yang kita kerjakan hanya di kali 1, sedangkan dalam bulan ramadhan kebaikan kita di gandakan10 kali lipat pahala yang didapat kepada kita, untuk itu berikut keistimewaan bulan ramadhan :

1. Bulan Tarbiyah untuk mencapai taqwa

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (Alquran- surat Al Baqarah ayat 183)

2. Bulan diturunkannya Alqur`an


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. 

3. Bulan ampunan dosa

Barang siapa yang melakukan ibadah di malam hari bulan Ramadhan, karena iman dan mengharapkan ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni. (Muttafaqun `alaih)

4. Bulan dilipat gandakannya amal sholeh

Khutbah Rasululah saw pada akhir bulan Sa`ban “Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaung. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban padabulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan (Hadis- riwayat Bukhori-Muslim).

5. Bulan Ramadhan adalah bulan sabar

Di bulan ramadhan ini kita diberikan banyak ujian, ujian yang paling utama adalah menahan hawa nafsu sehingga dibulan yang suci ini kita dilatih untuk menjadi orang yang sabar, apabila kita mampu menghadapi bulan ini dengan kesabaran maka surga Allah akan menjadi balasan bagi kita

6. Bulan Ramadhan bulan ditambahkannya rizqi orang mukmin

Barangsiapa yang memberikan untuk berbuka kepada seorang yang berpuasa, balasannya adalah ampunan terhadap dosa-dosanya, dirinya dibebaskan dari neraka, dan dia mendapat pahala sebesar pahala yang didapat orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang tersebut.

7. Bulan Ramadhan awalnya rahmat, tengahnya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka.

“Apabila masuk bulan Ramadhan dibuka pintu rahmat (kasih sayang) dan ditutup pintu jahanam dan setan-setan dibelenggu (Hadis riwayat Ahmad), 

Oleh karena itu mari kita mendirikan bulan Ramadhan dengan segala amaliah penuh keimanan dan ikhlas mencari ridho Allah. Jangan kita lewatkan momentum bulan yang kesembilan ini yang penuh rahmat, berkah, pahala dan ampunan.
 

Mari kita lewati bulan yang indah ini dengan kesabaran dan keistiqomahan di jalan Allah. jangan sampai bulan yang suci ini kita nodai, sesungguhnya orang yang tidak mendapat berkah bulan ramadhan adalah orang yang merugi.
 
Sekian dan terimakasih pembahasan mengenai 7 keutamaan bulan suci ramadhan.

wassalamulaikum....

5 Sunnah Puasa Ramadhan Yang Perlu Kita Amalkan

5 Sunnah Puasa Ramadhan Yang Perlu Kita Amalkan

Assalamualaikum wr.wb.

Alhamdulillah wa syukurillah, segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam, dengan rahmat-Nya lah kita dapat menjalani hari hari dengan penuh kebahagiaan. Hari ini adalah hari 16 di bulan Ramadhan 1442H. alangkah baiknya apabila kita saling memafkan sesama muslim semoga dosa dosa dan kesalahan kita diampuni oleh Allah, amiin. Pada kesempatan kalian ini kita akan belajar mengenai sunnah sunnah puasa ramadhan.


Sunah Sunah Puasa Ramadhan

Bersamaan dengan bulan suci ramadhan maka kita akan membahas tentang amalan sunah di bulan ramadhan. Yang dimaksud dengan sunnah puasa adalah segala perbuatan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad s.a.w (disunnahkan) ketika sedang melakukan ibadah puasa, diantaranya. 

1. Menyegerakan Berbuka Puasa

Ketika waktu magrib telah tiba atau waktu diperbolehkannya untuk berbuka puasa bagi semua muslim yang menjalankannya, maka dianjurkan untuk segera berbuka puasa didahulukan dari pada menjalankan ibadah-ibadah yang lainnya, termasuk diantaranya menjalankan ibadah sholat maghrib, Berikut hadits penjelas mengenai sunnah berbuka puasa.

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوااْلفِطْرَ.
Diceritakan dari Sahal Ibn Sa’ad, Rasulullah s.a.w, bersabda:”manusia selamanya dalam kebaikan, selama ia menyegerakan berbuka puasa” (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari dan Muslim)


2. Membaca Do’a Berbuka Puasa

 Membaca do’a berbuka puasa sebelum membatalkan puasa itu perbuatan yang dianjurkan oleh nabi Muhammad s.a.w, sebagai mana sabdanya:

عَنِ ابْنِ عَمْرٍ كَانَ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذَا اَفْطَرَ قَالَ اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ اَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمْاءُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْاَجْرُ اِنْ شَاءَ اللهُ
Diceritakan dari Ibnu Umar; Rasulullah s.a.w, apabila berbuka buasa, ia berdo’a: “wahai Tuhanku, karena Engkau aku berpuasa, dan atas rizkimu aku berbuka, maka sirnahlah rasa dahaga dan urat-uratku sekarang jadi basah, dan semoga pahala puasanya tetap kalau Engakau menghendaki. (Hadits Shahihm riwayat al-Bukhari dan Muslim)

3. Berbuka Puasa dengan Buah Kurma atau Minum Air Putih

Berbuka puasa diawali dengan memakan buah kurma, dan apabila tidak menemukan buah kurma atau tidak memilikinya, maka dianjurkan untuk berbuka dengan minum air putih terlebih dahulu sebelum memakan dan minum yang lainnya.

عَنْ اَنَسٍ قَالَ كَانَ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ اَنْ يُصَلِّيَ فَاِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمْرَاتٍ فَاِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
Dari Anas r.a; “Nabi s.a.w, apbila ia berbuka puasa denga kurma gemading, sebelum Beliau shalat, apabila tidak ditemukannya, ia berbuka dengan kurma biasa, kalau tidak ditemukannya, Beliau berbuka dengan beberapa teguk dari air putih”. ( Hadits Shahih, riwayat Abu Daud dan al-Tirmidzi)

4. Makan Sahur Sesudah Tengah Malam

Makan sahur sesudah tengah malam, dengan maksud supaya menambah kekuatan ketika puasa.

عَنْ اَنَسٍ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : تَسَحَّرُوا فَاِنَّ فِى السُّحُوْرِ بَرَكَةٌ
Dari Anas r.a; Rasulullah s.a.w, bersabda: “makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terkandung berkah”. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari dan Muslim)

5. Mengakhirkan Sahur.  

Sahur atau memakan sesuatu di malam hari dengan tujuan memperkuat diri untuk dapat menjalankan ibadah puasa keesokan harinya, maka dianjurkan mengakhirkannya sebelum waktu shubuh tiba.

عَنْ اَبِي ذَرٍّ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا تَزَالُ اُمَّتِي بِخَيْرٍ مَااَخَّرُوا السَّحُوْرَ وَعَجَّلُوْا اَلْفِطْرَ
Dari Abu Dzar r.a: Rasulullah s.a.w, bersabda: tidak akan hilang sifat kebaikan pada diri manusia, selama ia mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka puasa”. (Hadits Shahih, riwayat Ahmad)
 
Insya Allah dengan mengamalkan beberapa sunnah puasa yang dianjurkan Rasulullah SAW akan menambah berkah kita dalam berpuasa. Di momen ramadhan alangkah baiknya kita mencoba melakukan sunah yang diajarkan, karena ramadhan yang begitu istimewa di bulan ramadhan pula, apapun kebaikan kita akan digandakan berkali kali lipat.
 
Demikian yang dapat admin sampaikan semoga ilmu diatas bermanfaat bagi kita semua, apabila ada salah kata admin mohon maaf yang sebesar besarnya, apabila ada manfaat tentu itu datangnya dari Allah semoga kita mendapat berkah-Nya.

Selamat menjalankan ibadah Puasa Ramadhan 1442H.

Wassalamualaikum wr.wb.

Monday, April 26, 2021

Dalil dan Hadits Tentang Keutamaan Pergi Ke Masjid

Dalil dan Hadits Tentang Keutamaan Pergi Ke Masjid

Keutamaan Pergi Ke Masjid - Masjid merupakan salah satu tempat yang sangat dimuliakan oleh umat Islam, tempat dimana orang-orang rukuk dan sujud dihadapkan Yang Maha Kuasa.

Keutamaan Pergi Ke Masjid

Bagi seorang muslim laki-laki, ia sangat dianjurkan untuk melaksanakan sholat berjamaah di masjid terdekat. Dan bahkan keutamaan pergi ke masjid ini Allah ganjar dengan berlipat-lipat pahala.

Hadits Keutamaan Pergi Ke Masjid

Allah tidak membalas satu pahala bagi seseorang pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah, akan tetapi setiap langkahnya Allah ganjar dengan kebaikan. Hal ini sesuai dengan Rasulullah saw yang berbunyi:


عن جابر رضي الله عنه قَالَ: أراد بنو سَلِمَةَ أَن يَنتقِلوا قرب المسجِدِ فبلغ ذلِكَ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ لهم: ((إنَّهُ قَدْ بَلَغَني أنَّكُمْ تُرِيدُونَ أنْ تَنتَقِلُوا قُربَ المَسجِد؟)) فقالُوا: نَعَمْ، يَا رَسُول اللهِ قَدْ أَرَدْنَا ذلِكَ. فَقَالَ: ((بَنِي سَلِمَةَ، دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ، ديَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ)). رواه مسلم.
وفي روايةٍ: ((إنَّ بِكُلِّ خَطوَةٍ دَرَجَةً)). رواه مسلم.


Dari Jabir r.a, katanya: "Bani Salimah  bermaksud hendak berpindah tempat di dekat masjid. Berita itu sampai kepada Rasulullah s.a.w., kemudian beliau s.a.w. bersabda kepada Bani Salimah itu: "Sesungguhnya saja telah sampai berita kepadaku bahwa engkau semua ingin berpindah ke tempat di dekat masjid?" Mereka menjawab: "Benar, ya Rasulullah, kita berkehendak sedemikian itu." Beliau s.a.w. bersabda lagi: "Wahai Bani Salimah, tetaplah di rumah-rumahmu itu saja, akan dicatatlah langkah-langkahmu itu - pahala melangkahkan kaki dari rumah ke masjid itu pasti dicatat sebanyak yang dijalankan. Jadi tidak perlu berpindah ke dekat masjid. Tetaplah di rumah-rumahmu itu saja, akan dicatatlah langkah-langkahmu itu." (Riwayat Muslim)

Keutamaan Pergi Ke Masjid dalam riwayat lain disebutkan:

"Sesungguhnya dengan setiap langkah itu ada darjatnya sendiri."

Hikmah yang dapat kita ambil dari hadits tersebut adalah ...

1- Hadits ini memberi petunjuk bahwa, seorang yang berjalan ke masjid disana ada kebaikan- kebaikan yang ditulis untuknya.
2- Dengan langkah-langkah itu menjadi saksi untuknya besuk.
3- Disunahkan berjalan kaki menuju kemasjid.

Korelasi Hadits Dengan Ayat Al-Qur'an Mengenai Keutamaan Pergi Ke Masji

- Semua amal perbuatan yang telah mereka kerjakan, juga bekas-bekas nya besuk menjadi saksi untuknya


إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kami tuliskan segala yang mereka telah kerjakan serta segala kesan perkataan dan perbuatan yang mereka tinggalkan. Dan (ingatlah) tiap-tiap sesuatu kami catitkan satu persatu dalam Kitab (ibu Suratan) yang jelas nyata."
[Surat Ya-Sin 12].

17 Dalil dan Hadits Tentang Sedekah Beserta Artinya

17 Dalil dan Hadits Tentang Sedekah Beserta Artinya

Halo soba jenius pada kesempatan kali ini kita akan berbagi informasi mengenai keutamaan sedekah, dan hukum, keutamaan bersedekah, dan hadis tentang sedekah atau dalil tentang sedekah. Untuk itu simak terus ya gaes, thanks.

17 Dalil dan Hadits Tentang Sedekah Beserta Artinya

Apa itu Sedekah ?

Pasti kalian banyak bertanya tanya tentang apa yang dimaksud dengan sedekah. Sedekah atau shodaqoh dalam Agama Islam merupakan suatu amal perbuatan (pemberian) dari seseorang ke orang lain secara sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sementara itu, para ulama membagi sedekah kedalam 3 jenis; sedekah dengan harta, tenaga, dan pikir.

Sedekah dengan harta yaitu ketika seseorang mendermakan sebagian hartanya baik kepada yang membutuhkan ataupun tidak. Sedekah dengan tenaga yaitu ketika seseorang mencurahkan sebagian waktunya untuk membantu orang lain yagn sedang membutuhkan (misalkan membantu orang menyebrang, membuang duri/batu di jalan, membantu pembangunan dan masih banyak lagi).

Sedangkan sedekah dengan pikir yaitu membantu orang lain memecahkan masalah, memunculkan ide dan gagasan yang baik, mengajarkan ilmu yang bermanfaat, dan menulis buku atau kitab. Contohnya adalah para ulama dan intelektual muslim yang mencurahkan seluruh waktunya untuk mengarang kitab, tanpa pernah mengharapkan upah dari pembacanya.

Apa Hukum Sedekah ?

Mengenai sedekah, para ulama sepakat bahwa hukum sedekah adalah sunnah (mendapatkan pahala bagi yang mengerjakannya, dan tidak berdosa bagi yang meninggalkannya). Akan tetapi hukum tersebut bisa berubah menjadi haram atau wajib. Sedekah menjadi haram apabila orang yang bershadaqoh itu mengetahui bahwa harta yang ia sedekahkan kepada seseorang akan dipergunakan pada jalan maksiat.

Dan adakalanya pula hukum sedekah menjadi wajib  apabila seseorang bertemu dengan orang yang sedang dalam keadaan lapar, apabila ia tidak mendapatkan shadaqoh (makanan) orang tersebut akan meninggal.

Sementara itu banyak dalil-dalil mengenai perintah, anjuran, dan fadhilah dari bersedekah ini, baik di dalam Al-Qur'an, Hadits, ataupun atsar para sahabat.

Dalil dan Hadits Tentang Sedekah

Berikut merupakan kumpulan hadis hadis tentang bersedekah,dan juga dalil dan firman Allah mengenai keutamaan bersedekah :

Sedekah adalah Sebaik-baiknya Amal

1. Rasulullah saw bersabda :

اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى, وَ الْيَدُ الْعُلْيَا هِيَ الْمُنْفِقَةُ وَ الْيَدُ السُّفْلَى هِيَ السَّائِلَةُ


“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Tangan di atas adalah yang memberi, dan tangan di bawah adalah yang meminta.”[1]

Hadits tersebut memberi makna implisit bahwa sedekah mengandung arti kemulyaan. Sebagaimana seseorang yang mulya, yang mempunyai kedudukan lebih, pasti identik dengan derajatnya yang tinggi (di atas). Hal ini selaras dengan perkataan sayyidina Umar bin Khattab dibawah ini:

2. ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu  berkata :


إِنَّ اْلأَعْمَالَ تَتَبَاهَى, فَتَقُوْلُ الصَّدَقَةُ : أَنَا أَفْضَلُكُمْ



“Sesungguhnya setiap amalan itu saling membanggakan satu sama lainnya, (begitu pula dengan sedekah), ia berkata (kepada amalan-amalan lain), ‘Akulah adalah yang lebih utama diantara kalian’.” [2]
 

Sedekah Dapat Meyembuhkan Penyakit

3. Rasulullah saw pernah bersabda  :

دَاوُوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ


“Obatilah orang sakit di antara kalian dengan sedekah.”[3]

Sebagian ulama salaf berpendapat bahwasanya sedekah itu bisa menolak bencana dan musibah-musibah yang akan datang, sekalipun pelakunya adalah orang zhalim.
Sementara itu, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah  pernah berkata “Bahwa sedekah itu bisa memberikan pengaruh yang luar biasa untuk menolak berbagai macam musibah dan bencana sekalipun pelakunya orang berdosa, zhalim, bahkan orang kafir sekalipun. Karena lewat kemulyaan sedekah itu, orang-orang tersebut ikut termulyaan." [4] (Meskipun bagi orang kafir tidak akan mendapatkan bagian di akhirat kelak. red)
 

Melipat Gandakan Pahala

4. Selain dapat menolak berbagai musibah dan menyembuhkan sakit, manfaat lainnya dari bersedekah ialah melipat gandakan pahala kita, hal ini tertuang dalam Qs. Al-Baqarah : 261


Qs. Al-baqarah 261 tentang sedekah, shodaqoh

5. Sementara itu, Rasullullah saw membuat perumpaan tentang sedekah yang berlipat ganda. beliau bersabda :


مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ, وَ لاَ يَقْبَلُ اللهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ, وَ إِنَّ اللهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِيْنِهِ ثُمَّ يُرَبِّيْهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ الْجَبَلِ

“Seseorang yang bersedekah senilai satu biji kurma yang berasal dari hasil jeri payahnya (usahanya) yang baik – dan tidaklah Allah akan menerima kecuali hanya menerima yang baik–, maka sesungguhnya Allah akan menerima sedekahnya itu dengan tangan kanan-Nya. Kemudian dipelihara untuk pemiliknya sebagaimana seseorang di antara kalian memelihara anak kuda, sampai sedekah itu menjadi (besar) seperti gunung.”[5]

6. Sahabat Nabi saw; Yahya bin Ma’ad berkata, “Aku tidak pernah mengetahui ada sebutir biji pun yang beratnya sebanding dengan gunung, selain dari biji yang disedekahkan.”[6]

Menghapus Dosa dan Kesalahan

7. Rasulullah saw bersabda :


تَصَدَّقُوْا وَلَوْ بِتَمْرَةٍ, فَإِنَّهَا تَسُدُّ مِنَ الْجَائِعِ وَ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ


“Bersedekahlah kalian, meski hanya dengan sebiji kurma. Sebab, sedekah dapat memenuhi kebutuhan orang yang kelaparan, dan memadamkan kesalahan, sebagaimana air mampu memadamkan api.”[7]

Beliau juga pernah memberikan untaian nasehatnya kepada para pedagang :


يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ, إِنَّ الشَّيْطَانَ وَ اْلإِثْمَ يَحْضِرَانِ الْبَيْعَ, فَشُوْبُوْا بَيْعَكُمْ بِالصَّدَقَةِ


“Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa itu menghadiri jual beli kalian, maka sertailah jual beli kalian itu dengan sedekah.”[8]
 

Menjadikan Harta Berkah

Berkah dalam secara istilah yaitu yaziidu fil khoir (bertambahnya suatu kebaikan). Dengan kata lain, jika seseorang bersedekah hal itu akan membuat pelakunya memiliki harta yang berlimpah.

8. Hal ini ditegaskan dalam Qs. Saba' : 39


Qs Saba 39 tentang sedekah, shodaqoh

9. Dan di perkuat lagi dengan sabda Rasulullah saw :


إِنَّ اللهَ لَيُرَبِّي لأَحَدِكُمُ التَّمْرَةَ وَ اللُّقْمَةَ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فُلُوَّهُ أَوْ فَصِيْلَهُ حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ أُحُدٍ


“Sesungguhnya Allah akan mengembangkan sedekah kurma atau sepotong makanan salah seorang di antara kalian, sebagaimana seorang memeliharanya salah seorang diantara kalian terhadap anak kuda atau anak untanya, sehingga sedekah tersebut menjadi besar layaknya bukit Uhud.”[9]

Penghalang Dari Api Neraka

Ada banyak hal yang dapat membentengi diri kita dari api neraka, ada banyak amal kebaikan yang dapat mencegah api neraka menjilat tubuh kita, salah satunya dengan sedekah yang kita lakukan di dunia. Hal ini di perkuatkan oleh sabda baginda Nabi saw

10. Rasulullah saw bersabda :

اِجْعَلُوْا بَيْنَكُمْ وَ بَيْنَ النَّارِ حِجَابًا وَلَوْ بِشِقِّ التَّمْرِ


“Buatlah penghalang antara kalian dan api neraka, walaupun hanya dengan separuh butir kurma.”[10]
 

Tanda atau Bukti Kuatnya Keimanan Seseorang

Tidak ada yang tahu kadar keimanan seseorang selain Allah swt, bahkan diri kita sendiri pun tidak tahu seberapa besar kadar keimanan dalam diri kita. Namun jika kita ingin merasakan seberapa besar kadar keimanan kita, para ulama telah mengklasifikasikannya, yaitu :

1) Seberapa waktu yang kita gunakan untuk Allah
2) Seberapa banyak kita menangisi dosa-dosa kita (walaupun dosa kecil)
3) Seberapa besar kerinduan kita ingin berjumpa denganNya
4) Seberapa semangat kita memerintah kebaikan
5) Seberapa kuatkah kita mencegah kemungkaran
6) Seberapa pedulikah kita terhadap nasib sesama muslim
7) Dan masih banyak lagi..

11. Jika kita ingin meningkatkan kadar keimanan kita kepada Allah, giat dalam beribadah dan semangat dalam melakukan amal kebaikan lainnya, maka mulailah dengan sedekah. Hal ini diperkuat oleh hadits dari baginda Nabi saw.

 الصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ


“Sedekah adalah burhan (bukti).”[11]

Dalam kitab Riyadhus Sholihin dijelaskan bahwa kata burhan dalam konteks hadits di atas yaitu merujuk pada bukti atau tanda keimanan seseorang. Jika kita ingin melihat seberapa besar kadar keimanan seseorang, lihatlah seberapa sering ia bersedekah.

12. Sementara itu pada kesempatan lain Rasulullah saw mengklasifikan antara kikir dengan iman:

لاَ يَجْتَمِعُ الشُّحُّ وَ اْلإِيْمَانُ فِي قَلْبِ عَبْدٍ أَبَدًا


“Tidak akan berkumpul sifat kikir dan iman di dalam hati seseorang, lamanya.”[12]

Pintu Gerbang Semua Kebaikan

13. Allah swt berfirman :

Qs. Ali Imron tentang sedekah atau shodaqoh

Mendapatkan Naungan Pada Hari Kiamat

Sebagaimana amal ibadah lain yang dapat membela pemiliknya ketika menghadapi sidang dipadang Mahsyar, begitu pun dengan sedekah, sedekah akan menolong pelakunya dari kesengsaraan dalam menghadapi hari kegentingan.
14. Hal ini sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw:


كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ



“Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, sampai diputuskannya perkara di antara manusia.”[13]

15. Sementara dalam hadits lain disebutkan :


ظِلُّ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَدَقَتُهُ


“Naungan seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.”[14]
 

Pahala Yang Mengalir

16. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasalam

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنُ مِنْ عَمَلِهِ وَ حَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ –وَ ذَكَرَ مِنْ ذَلِكَ- وَ مُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لابْنِ السَّبِيْلِ بَنَاهُ أَوْ نَهَرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَتِهِ وَ حَيَاتِهِ يَلْحَقَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ


“Sesungguhnya diantara perkara yang menyertai seorang mu'min ketika wafat ialah amal dan dan kebaikannya –beliau saw menyebutkan hal itu–, (yakni) mushaf yang ia tinggalkan, masjid yang ia bangun, rumah untuk orang yang dalam perjalanan yang ia bangun, sungai yang ia alirkan, atau sedekah yang ia keluarkan dari sebagian hartanya di kala sehat dan hidupnya, maka amalan-amalan tersebut akan bakal menghampirinya setelah ia wafat.”[15]
 

Menghadiahkan Keberkahan Sedekah Kepada Yang Telah Meninggal

Para zumhur ulama dikalangan ulama ahlus sunnah berpendapat bahwa sedekah yang dikeluarkan untuk seseorang yang telah meninggal dunia, maka pahala tersebut akan sampai kepada si mayit. Hal ini menjadi bukti betapa agungnya sedekah itu, dan betapa mulianya orang yang gemar bersedekah.

17. Adapun Dalil yang memperkuat tentang menghadiahkan sedekah kepada mayyit, yaitu hadits yang diterima oleh Sayyidatuna Aisyah radhiallahu 'anha:

 

 أن رجلا قال للنبي صلى الله عليه وسلم إن أمي افتلتت نفسها ، وأظنها لو تكلمت تصدقت ، فهل لها أجر إن تصدقت عنها ؟ قال : نَعَمْ   


“Bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shalallahu 'alaihi wasalam : 'sesungguhnya ibuku meninggal secara tiba-tiba dan ia tidak memberikan wasiat. Aku megira kalau ia berwasiat sebelum wafatnya, pasti ia ingin bersedekah. Lalu, Apakah beliau akan mendapatkan pahala bila aku bersedekah atas namanya ?’ Nabi shalallahu 'alaihi wasalam menjawab , ‘Ya’.”[16]

A L L A H U _ A ' L A M

____________________________________________________
Footnote :
[1] Muslim 1/717, no. 1033.
[2] Shahih Ibni Khuzaimah 4/95, no. 2433; Al-Mustadrak karya Al-Hakim 1/416
[3] Syu’abul Iman, karya Baihaqi 3/282, no. 3558. Al-Albani menghasankan hadits ini di dalam Shahihul Jami’ 1/634, no. 3358.
[4] Lihat Min ‘Ajaibish Shadaqah, hal. 25.
[5] Syu’abul Iman, karya Baihaqi 3/283, no. 3559.
[6] Diriwayatkan oleh Bukhari dengan lafazh darinya, dan Muslim.
[7] Lihat Kaifa Tunammi Amwalak, hal. 19.
[8] Al-Musnad Ahmad 1/95, no. 104, Az-Zuhd, karya Ibnul Mubarak 229, no. 651. Dishahihkan Al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’ 1/568, no. 2951.
[8] Jami’ut Tirmidzi 3/514, no. 1208, ia berkata, “Hasan shahih”, dan Al-Albani menshahihkannya di dalam Shahihut Tirmidzi 2/4, no. 966.
[9] Diriwayatkan oleh Ahmad (24940). Al-Albani menshahihkannya di dalam Shahihul Jami’ish Shaghir (1815).
[10] Al-Mu’jamul Kabir, karya Thabrani 18/303, no. 777. Al-Albani menghasankannya di dalam Shahihul Jami’ 1/94, no. 153.
[11] Diriwayatkan oleh Muslim (I/203) no. 223.
[12] Al-Musnad, karya Ahmad 14/202, no. 8512, dan Shahih Ibni Hiban 8/43, no. 3251. Seorang muhaqqiq mengatakan, “Hadits shahih lighairihi.”
[13] Al-Musnad, karya Ahmad 28/568, no. 17333. Dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah 4/94, no. 2431; Ibnu Hibban 8/104, no. 3310; dan Hakim 1/416.
[14] Shahih Ibni Khuzaimah 4/95.
[15] Sunan Ibni Majah 1/88, no. 242, dan disebutkan di dalam kitab Az-Zawa’id. Dihasankan oleh Ibnu Mundzir. Dihasankan oleh Al-Albani dalam kitab Shohih Al-Jami’ 1/443, no. 2231.
[16] Shahihul Bukhari no. 1388; Al-Fath 3/299; dan Muslim 1/696, no. 1004.