Saturday, May 11, 2019

Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan (Rangkuman SBMPTN)

Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan (Rangkuman SBMPTN)

Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan (Rangkuman SBMPTN)
Saturday, May 11, 2019
Rangkuman Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran, jumlah, dan volume pada sel yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali). Proses pertumbuhan ini dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif (dinyatakan dengan angka). Sementara itu, perkembangan merupakan proses terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu (proses menuju kedewasaan atau kesempurnaan) yang bersifat reversible (dapat kembali). Proses perkembangan dinyatakan secara kualitatif (dengan deskripsi kalimat) dan tidak dapat diukur.
Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

B. Proses Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan diawali dengan perkecambahan. Adapun proses perkecambahannya sebagai berikut. "Imbibisi air pada bijiembrio aktif dan melepaskan hormon giberelin hormon giberelin mendorong aleuron untuk melepaskan enzim, misalnya amilase enzim amilase menghidrolisis cadangan makanan pada endosperma menjadi glukosa glukosa dan zat lain diserap oleh kotiledon selama pertumbuhan embrio menjadi bibit tanaman"

Proses perkecambahan dibagi menjadi dua tipe yaitu perkecambahan epigeal dan perkecambahan hipogeal.
1. Perkecambahan Epigeal
Pada perkecambahan epigeal ditandai dengan bagian hipokotil terangkat ke atas permukaan tanah. Sebagai contoh, perkecambahan epigeal pada perkecambahan kacang hjau

2. Perkecambahan Hipogeal
Perkecambahan hipogeal ditandai dengan terbentuknya bakal batang yang muncul ke permukaan tanah dan kotiledon tetap berada di dalam tanah. Misalnya pada perkecambahan jagung dan kacang kapri.

C. Teori dalam Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Teori yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan dibedakan menjadi dua, yaitu teori histogen dari Hanstein dan teori tunika korpus dari Schmidt.
1. Teori Histogen dari Hanstein
Menurut teori histogen, titik tumbuh dibedakan menjadtitiga seperti berikut
a. Dermatogen (uar), membentuk epidermis
b. Periblem (tengah), membentuk korteks
c. Plerom (dalam), membentuk silleder pusat.

2. Teori tunika korpus dari Schmid
Menurut teori tunika korpus, titik tumbuh dibedakan menjadi dua seperti berikut.
a. Bagian tunika yang ada di sebelah luar dan aktif membelah sehingga ujung akar bertambah luas
b. Bagian korpus yang ada di sebelah daiam dan akuf membelah ke segala arat
c. Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dipergaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
1. Faktor Internal
Faktor internal merupakan faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yang berasal dari tubuh tumbuhan itu sendiri. Faktor internal dibedakan menjadi faktor intraseluler dan interseluler
a)Faktor intraseluler, terdapat di dalam sel tumbuhan, misalnya gen. Gen merupakan faktor pembawa sifat darli induk kepada anaknya (keturunannya)

b)Faktor interseluler, faktor ini dilepaskan oleh sel untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan, misalnya hormon. Hormon yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sebagai berikut
1) Auksin berfungsi merangsang pemanjangan sel dan diferensiasi, merangsang aktivitas kambium, mencegah rontoknya daun; bunga; dan buah; merangsang pembentukan akar; buah; dan bunga, merangsang dominansi apikal, memengaruhi gerak fototropisme, serta membantu pembentukan buah tanpa biji.
2) Sitokinin berfungsi menghambat penuaan dan pengguguran daun, merangsang pertumbuhan embrio, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel tumbuhan, memengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar, mendororg pembelahan sel, serta memengaruhi pembentukan organ
3) Giberelin berfungsi merangsang perkecambahan; partenokarpi; dan pembungaan, merangsang batang tumbuhan menjadi tumbuh besar, mendorong perkembangan kuncup dan biji, merangsang pemanjangan batang dan pertumbuhan daun, serta mengakibatkan tumbuhan berbunga sebelum waktunya
4) Asam absisat berfungsi menunda pertumbuhan, memacu pengguguran bunga dan buah, menghambat pembelahan sel, serta merangsang penutupan stomata pada saat kekurangan air
5) Gas etilen berfungsi menghambat pemanjangan sel, merangsang pemasakan buah, mempertebal pertumbuhan batang, serta merangsang pengguguran daun dan bunga
6) Asam traumalin berfungsi membantu penyembuhan luka pada tumbuhan
7) Kalin berfungsi merangsang pembentukan organ-organ tumbuhan. Misalnya rizokalin (merangsang pembentukan akar), kaulokalin (merangsang pembentukan batang), filokalin (merangsang pembentukan daun), dan antokalin (merangsang pembentukan bunga)

2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkem-
bangan tumbuhan yang berasal dari luar tubuh tumbuhan, misalnya lingkungan.
a) Air berfungsi sebagai pelarut universal, menentukan laju fotosintesis, membantu perkecambahan, serta mengangkut unsur hara dan hasil fotosintesis
b) Cahaya berfungsi membantu proses fotosintesis. Cahaya bersifat menghambat pertumbuhan tanaman karena cahaya dapat menguraikan auksin
c) Kelembapan memengaruhi proses transpirasi tumbuhan
d) pH tanah berfungsi mengetahui tingkat asam-basa tanah
e) Suhu berfungsi dalam memengaruhi proses fisiologi tanaman misal fotosintesis, respirasi, transpirasi, dan reproduksi
f) Nutrisi berfungsi merangsang pertumbuhan dan perkembangan
g) Oksigen berfungsi dalam proses respirasi aerob
Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan (Rangkuman SBMPTN)
4/ 5
Oleh


EmoticonEmoticon